www.SAP.or.id

Contact Info

Gambar Trafo

Bedanya Ct dan Simetris


Selama belasan tahun  berjualan trafo saya menemukan cukup banyak  orang yang tidak  mengerti beda antara trafo dengan Ct dan trafo dengan sekunder simetris. Cukup banyak  DIYer  ataupun praktisi teknis menganggap Simetris dan Ct adalah dua hal yang sama.
Simetris dan Ct sesungguhnya adalah dua hal yang serupa tapi tidak sama. Ct dan Simetris secara prinsip adalah dua hal yang sama namun berbeda dalam hal kapasitas arus. Perbedaan antara Ct dan Simetris karena keduanya dibuat untuk aplikasi yang berbeda,  namun seringkali diartikan menjadi sebuah arti yang sama padahal keduanya berbeda dalam hal kapasitas arus.

Untuk bisa memahami perbedaan  Ct dan Simetris  silahkan amati  Gambar 1 berikut ini.

Ctsim1


Dan untuk mempertajam pemahaman anda mengenai perbedaan antara Ct dan Simetris, silahkan lihat contoh real yang ada pada Gambar 2 berikut ini :

CtSim2

Jika anda merasa binggung karena melihat bahwa pada sekunder dengan Ct kalau dikonversikan menjadi Simetris, maka ampere nya hanya menjadi separuh, maka anda bisa lihat uraian mengenai aplikasi Ct berikut ini.

Aplikasi Ct

3
Pada aplikasi penyearah gelombang penuh dengan Ct dan output single ( bisa plus  saja atau minus saja), maka setiap setengah bagian sekunder yang pertama dari Ct tsb hanya akan bekerja pada setengah perioda dari gelombang listrik, pada setengah periode berikut maka bagian sekunder pertama ini akan off, dan bagian sekunder kedua lainnya yang akan bekerja. Kemudian ketika memasuki perioda yang baru dari gelombang listrik yang disearahkan, maka bagian sekunder kedua akan off dan digantikan kembali oleh bagian sekunder yang pertama, begitulah seterusnya.
Karena kedua sekunder pada trafo dengan Ct masing-masing hanya bekerja dalam waktu setengah periode atau biasa juga dikatakan hanya bekerja pada 50% duty cycle, maka kemampuan arus  kontinue dari masing2 setengah bagian sekunder hanya sebesar 50% dari nilai nominal yang tertera pada trafo.

Aplikasi Simetris

Trafo dengan gulungan sekunder Simetris, digunakan pada catu daya yang juga Simetris yaitu catu daya yang bisa menghasilkan dua tegangan yang sama namun berbeda polaritas atau biasa juga disebut catu daya Simetris, atau umumnya juga disebut dengan istilah sehari hari   sebagai "catu daya plus minus"
Contoh catu daya Simetris bisa dilihat pada Gambar 4 berikut ini.
Pada catu daya Simetris maka kedua bagian sekunder bekerja secara terus menerus dalam satu periode dan tidak pernah berada dalam keadaan off.
Sehingga kemampuan arus kontinue dari tiap bagian sekunder adalah sama dengan nilai yang tertera sebagai nilai nominal trafo.
Dan kalau trafo Simetris ini diperlakukan sebagai trafo Ct maka kapasitas/rating arus dari trafo ini saat bekerja sebagi trafo dengan Ct akan menjadi 2x lipat.
Sebaliknya kalau trafo dengan sekunder Ct diperlakukan sebagai trafo Simetris maka kapasitas atau rating arusnya hanya akan menjadi separuhnya saja.


4


Perbedaan Daya dan Harga
Karena kapasitas arus dari trafo Simetris yang adalah dua kali lipat dari trafo Ct maka daya total dari trafo Simetris adalah dua kali lipat dari daya
trafo Ct.
Harga dari trafo Simetris pun akan jadi lebih mahal ( 2x lipat) dari trafo dengan Ct.

Dalam proses jual beli trafo sehari hari, banyak konsumen yang tidak menyadari bahwa mereka telah salah menggunakan trafo Ct,  padahal yang hendak mereka buat adalah catu daya Simetris yang seharusnya juga menggunakan trafo Simetris.

Sebaliknya adapula yang menggunakan trafo Simetris untuk aplikasi catu daya non Simetris/tunggal , secara substansi teknis  ini adalah sebuah kesalahan karena biaya yang dikeluarkan untuk trafo menjadi lebih besar, namun dalam secara realita aplikasi,  hal ini adalah bukan sebuah kesalahan karena tidak akan menimbulkan gangguan dalam aplikasi sebaliknya akan membuat performa dari power supply menjadi lebih baik.

Kesamaan tegangan dan impedansi
Baik trafo Ct maupun Simetris harus mengeluarkan tegangan pada kedua ujung nya yang memiliki nilai tegangan sama namun berbeda fase 180 derajat, karena perbedaan tegangan akan membuat supply dari masing2 bagian akan menjadi pincang.
Selain memiliki tegangan yang sama maka kedua bagian sekunder pada trafo Ct maupun Simetris harus memiliki impedansi yang sama jika diukur terhadap titik O maupuan Ct, karena jika impedansinya berbeda maka akan mengakibatkan peregulasian beban dari masing2 bagian sekunder akan berbeda, sehingga menghasilkan tegangan yang tidak seimbang karena drop tegangan yang berbeda.

Saran Aplikasi

Jika anda hendak membuat power supply untuk rangkaian amplifier sepeti Gainclone, Cresscendo, Blazzer, dll yang membutuhkan power supply Simetris maka trafo yang harus digunakan adalah trafo Simetris bukan trafo Ct
Jika anda hendak membuat power supply dengan rectifier tabung, maka anda cukup menggunakan trafo Ct, namun tidak ada salahnya jika yang anda gunakan adalah trafo Simetris karena akan meningkatkan performa dari power supply dengan rectifier tabung tersebut namun dengan konsekuensi mengeluarkan biaya lebih besar.

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan anda.


Balik ke halaman utama