www.SAP.or.id

Balik ke LFG

Sebagai awalan yang paling awal dari tulisan ini saya ingin bersyukur kepada Mu ya Allah Bapa,Tuhan Yesus dan Bapa Roh Kudus,  hanya karena pertolonganMu di bumi seperti di surga.   Perjalanan pulang pergi yang lancar, kopi yang enaknya  luar biasa, dan juga hasil uji coba LFG yang sangat memuaskan.
 
LFG, Mandailing, Gayo dan Robusta

Ini adalah kali ketiga numpang uji dengar di rumah Mr. N,  setelah uji dengar Power 180 dan uji coba Power15n,  kali ini saya datang ke rumah Mr. N untuk uji produk terbaru saya yaitu Low Frequency Generator (LFG).

Dalam ulasan kali ini saya tidak ingin membahas bagaimana karakter suara dari system Mr. N karena sudah saya lakukan pada uji dengar sebelumnya, yang kali ini ingin saya bahas adalah kopi sajian Mr. N dan juga performa LFG bagi improvement suara system Mr. N
Karena Mr. N adalah seorang penikmat kopi, maka setiap kali  saya datang ke rumah Mr. N saya selalu mendapat sajian kopi dari Mr. N. Seingat saya sudah tiga jenis kopi yg disajikan Mr. N pada kedatangan saya, yang pertama adalah kopi Mandailing, yg ke 2  Arabica dan yang  ke 3 saya lupa apa jenisnya dan yang keempat kali ini adalah kopi racikan yg merupakan campuran antara kopi Mandailing, Gayo dan Robusta yang diracik  menurut formula eksklusif milik Mr. N
Menurut lidah saya, kopi racikan Mr. N memiliki rasa yang mirip dengan kopi kesukaaan saya yaitu Toraja Kalase yang memiliki rasa tidak pahit, tidak terlalu keras, rasa yang sedikit asam namun tidak memicu rasa mual di lambung. Kebetulan pada hari saat uji dengar ini dilakukan keadaan cuaca agak dingin karena hujan deras, sehingga menikmati kopi racikan Mr.N   sambil mencoba LFG memberi saya sebuah kebahagian.  Thank's Mr. N kopi anda memang luar biasa.. !!!

LFGNH_1
Kopi racikan Mr. N
Mandailing + Gayo + Robusta


Pada uji dengan LFG kali ini kami mencoba LFG berdasarkan 3 parameter yaitu :
1.  Dalam hal setting level
2. Posisi penempatan  LFG
3. Jenis gelombang keluaran  untuk mendapat improvement  yang terbaik.

Setting level yang pertama kali  kami lakukan adalah pada level 80%, menurut Mr. N pada level ini suara terdengar begitu tertahan atau kalau boleh meminjam istilah format audio digital bisa kami katakan sebagai suara yang kompress. Kemudian kami coba menurunkan level secara bertahap dan kami menemukan bahwa level yg optimum adalah sekitar 35-45% untuk ruang dengar Mr. N yang berukuran 4x6 m2, tentu ini adalah sebuah pengalaman baru bagi kami berdua.
Jika diterapkan pada ruangan dengan dimensi yang sama, tapi di tempat berbeda , dengan system yang berbeda dan dengan selera mendengar musik yang berbeda  mungkin saja level yang dibutuhkan  juga akan berbeda.

LFGNH_2

LFG di posisi samping pada Level 35%
Gambar 2


Pada  uji dengar berdasarkan posisi yang berbeda, ada  tiga posisi yang kami coba yaitu :
1. Posisi di sudut kiri belakang
2. Posisi tengah
3. Posisi di lantai
Ketiga posisi di atas dilihat dari sweet spot atau tempat peletekan kursi dengar utama

Pada posisi di kiri belakang dan tengah LFG ditaruh pada ketinggian sekitar 1.5m dari lantai. Pada posisi tengah LFG diletakkan menghadap area antar speaker dan sweet spot.
Secara keselurahan tidak satupun  posisi  dimana LFG tidak memberikan hasil yang baik,  di posisi manapun LFG selalu memberikan peningkatan pada kuallitas suara. Yang berbeda adalah tingkat peningkatan kualitasnya, posisi tertentu memberikan lebih banyak peningkatan  dan posisi lain memberikan lebih sedikit peningkatan. Kami menemukan bahwa penempatan LFG di posisi tengah menghadap area antara speaker dan sweet spot adalah posisi yang menghasilkan improvement terbaik.

Pada gambar 3 berikut ini tampak LFG bersebelahan dengan produk senior yang memberi banyak inspirasi pada saya untuk membuat LFG yaitu RR-777 dari Acoustic Revive.

LFGNH_3
LFG di posisi kiri belakang, sebelah kanan  adalah RR-777
Gambar 3

Hal yang juga membuat saya bahagia adalah saya menemukan bahwa walaupun LFG ditaruh di lantai, LFG masih bisa memberikan improvement, karena umumnya produk sejenis LFG selalu direkomendasi untuk ditaruh di posisi sekitar 1,5 dari lantai, hal ini membuktikan bahwa antena choke inti besi yang digunakan pada LFG mampu membuat gelombang pancaran LFG menjadi lebih kuat dan efisien.

LFGNH_4
LFG tetap memberikan kontribusi positif walaupun ditaruh di lantai
Gambar 4


Setelah selesai mencoba LFG berdasarkan penempatan, kemudian kami juga melakukan uji coba LFG berdasarkan jenis gelombang keluaran. Pada uji coba kali ini saya melihat bahwa Mr. N  bersemangat mengonta ganti jenis gelombang keluaran, saya kira bagi Mr.N  LFG adalah sebuah mainan baru yang menyenangkan baginya karena bisa melakukan uji coba dengan berbagai posisi dan  variasi jenis gelombang.
Pada uji coba kali ini kami hanya memutar CD dan tidak memutar Turntable, dan kamipun berasumsi bahwa mungkin saja diperlukan setting level dan jenis gelombang yang berbeda jika menggunakan turntable, bahkan mungkin juga untuk lagu dengan karakter rekaman dan musik yang berbeda akan  diperlukan juga setting yang berbeda, bagi seorang Audiophille sejati tentu saja  ini adalah sebuah kondisi yg menyenangkan. Apalagi kalau di waktu mendatang saya menemukan jenis gelombang baru yg berbeda, maka LFG akan jadi mainan yg lebih menarik bagi seorang Audiophille sejati.

Parameter uji dengar yang paling ahir kami coba adalah mencoba 5 jenis gelombang yg disediakan oleh LFG. Kalau suatu saat anda memiliki LFG mungkin saja anda akan memiliki penilaian positif yang berbeda, sehingga LFG bisa membuat dunia audio menjadi seindah pelangi yang penuh dengan warna berbeda.
Secara singkat berikut adalah kesimpulan subjektif kami mengenai performa yang diberikan oleh LFG.

Mode 1, Schuman 7.83Hz
Mode ini adalah mode yang menurut Mr. N membuat system bersuara paling natural, bersih, stereo image dan depht menjadi lebih luas ke kiri kanan dan belakang

Mode 2, Sinus 7.83Hz
Kami berpendapat bahwa dengan mode ini suara vokal menjadi halus, sehingga mungkin ccok bagi rekaman yg kasar ataupun bagi anda yg suara vokal yang halus/mellow

Mode 3, Square 7.83Hz
Menurut Mr. N mode ini menghasilkan suara yang mirip dengan mode 1 namun  karakter suara hasil improvement dengan mode ini terdengar agak kotor.

Mode 4, Sinus 10Hz
Kami berpendapat bahwa dengan mode ini suara yg dihasilkan terkesan agak cepat, sehingga kami berasumsi bahwa mode ini cocok bagi yang suka mendengarkan musik klasik dengan banyak dinamika

Mode 5, Sinus 5Hz
Pada mode ini kami mendapati bahwa suara terkesan agak lambat atau boleh dikatakan menghasilkan efek yang berlawanan dengan Mode 4

Secara keseluruhan saya melihat bahwa Mr. N   paling menyukai Mode 1 yaitu Schuman 7.83Hz

Konfigurasi system Mr. N adalah sebagai berikut :
CD Player        : Ayon  CD-T
DAC                 : Ayon Skylla
Preamp            : Tubelover 26
Poweramp       : Tubelover RS241
Speaker          : Lowther
Tangal             : 16 July 2016 sekitar jam 14.00-18.00



LFGNH_5

Balik ke LFG

Balik ke Laman Utama