Daya masuk di primer = Daya keluar di sekunder
Vp x Ip = Vs x Is
<------------( daya = tegangan x
arus)
Substitusi Ip dengan Persamaan 3 shg menjadi dan juga Iz
dengan Persamaan 4 sehingga formula menjadi
Vpx(Vp/Zp) =
Vsx(Vs/Zs)
Atau bisa juga ditulis ------------>
(Vp)2 /Zp =
(Vs)2 / Zs
Atau bisa juga ditulis ------------>
(Vp)2 /(Vs)2 = Zp/Zs.................Persamaan
5
Untuk bisa mengetahui rasio tegangan terhadap rasio
impedansi maka Persamaan 5 dapat dimodifikasi menjadi :
Vp/Vs = akar (Zp/Zs)................Persamaan
6
Persamaan 6 adalah kunci untuk memahami mengapa Preamp Pak Paul
yang menggunakan LOT dengan impedansi 15kohm/600ohm
Anda tinggal memasukan ke persamaan 6 nilai 15k untuk menggantikan
Zp dan nilai 600 untuk menggantikan Zs, sehingga persamaan tersebut menjadi.
Vp/Vs =
akar ( 15000/600)
atau
Vp/Vs = 5
Dari hasil tersebut bisa anda lihat bahwa tegangan primer Vp adalah
lima kali daripada tegangan sekunder Vs, atau dengan kata lain tegangan
sekunder yang dalam hal ini adalah output hanya seperlima dari tegangan
primer yang merupakan keluaran dari Preamp.
Tidak mengherankan output level dari Preamp Pak Paul terdengar
lebih kecil.
Dari uji dengar yang kami lakukan, walau potensiometer level dari
Preamp Pak Paul sudah di set pada posisi maksimum , suara yang terdengar
dari speaker belum terlampau besar.
Formula yang ada persamaan 6 di atas bisa anda gunakan untuk menghitung
rasio antara tegangan primer dan sekunder sejauh anda mengetahui berapa
rasio imepdansi dari LOT yang anda gunakan.
Saran Dalam Memilih LOT
Dalam hal kualitas suara penggunaan LOT dengan rasio impedansi 15k/600
ohm memberikan kualitas suara yang lebih transparen, dikarenakan jumlah
lilitan yang lebih sedikit pada sekunder trafo membuat nilai total dari kapasitansi
interleave menjadi lebih kecil sehingga otomatis bandwidth juga menjadi
lebih lebar. Namun jika anda menggunakan tabung dengan mu lebih kecil dari
10 , maka sebaiknya tidak menggunakan LOT dengan rasio impedansi 15k/600,
karena LOT seperti ini akan mereduksi tegangan dari penguat menjadi 1/5
nya. Sehingga menampilkan sebuah preamp yang memiliki karakter kombinasi
antara Preamp Aktif dan Pasif.
Dengan tabung 112A ( sekeluarga dengan 26, 00a, 200A, 300A,
01A, 201A 12A, 112A, dll ) yang memiliki
mu sekitar 8, total penguatan ahir bisa mendekati ataupun
lebih kecil dari satu (minus db), karena adanya reduksi sebesar 80% dari
nilai tegangan keluaran penguat, dan situasi ini akan membuat Preamp anda
berubah fungsi menjadi preamp pasif dan bukannya preamp aktif lagi, penjelasan
hal ini bisa anda lihat pada gambar kalkulasi untuk preamp 26 di bawah ini.
Gambar
3 Kalkulasi Gain untuk Preamp 26 dan keluarga
Lain halnya jika anda menggunakan tabung dengan mu sekitar 20, karena
walaupun dengan reduksi sebesar 80% anda masih mungkin mendapatkan sebuat
preamp dengan gain sekitar 2x (6db) seperti pada analisa kalkulasi di
bawah ini, sebuah transcopled preamp
dengan tabung 6SN7.
Gambar4,
Contoh Kalkulasi Gain untuk Preamp dengan tabung 6SN7 transcoupled
LOT adalah part yg sangat menentukan kualitas sonic pada awal
stage, dan tingkatan kualitas tersebut akan terus terbawa/ter
amplifikasikan dengan tiada ampun lagi.....
Custom Made Order