www. SAP.or.id



Contact Info


Lihat Gambar Trafo

Gulung Ulang Output Transformer dengan Multilayer Winding

Dalam artikel ini saya ingin menjelaskan proses gulung ulang transformer dengan teknik multilayer winding dan uji coba teknik ini pada salah satu output transformer dari power amplifier single ended 300B.

Multilayer winding adalah sebuah metoda gulung trafo dimana  gulung primer dan sekunder digulung berulang ulang secara bertumpuk sehingga pasangan gulungan primer dan sekunder tersebut membentuk layer layer dan secara keseluruhan dilihat sebagai layer yang lebih dari satu atau disebut multilayer.

Untuk bisa memahami metode gulung multilayer anda bisa melihat dulu metode gulung konvensional pada Gambar 1 di bawah ini.
Pada metode gulung konvensional hanya ada 2 kumpulan kawat yaitu gulungan primer dan sekunder yang bertumpuk, gulungan primer selalu digulung lebih awal sehingga berada pada lapisan paling dalam, dan kemudian  menyusul gulungan sekunder.

Biasa
Gambar 1

Dan untuk memahami trafo yang digulung dengan teknik multilayer winding silahkan lihat gambar 2 berikut ini. Pada trafo yang digulung dengan teknil multilayer winding, akan terlihat banyak lapisan lilitan kawat, minimal akan ada 2-4  lapisan kawat.
Pada  lapisan kawat /layer yang paling dalam ,  terdapat  gulungan primer dan sekunder dalam jumlah aktual. Kemudian pada layer berikutnya gulungan dengan jumlah sama dilakukan lagi sampai sebanyak 2-4 layer.

multilayer
Gambar 2,
Multilayer Winding dengan 3 layer



Uji coba pada OT amplifier single ended 300B
Bentuk aktual dari aplikasi teknik multilayer winding dengan 3 layer dapat anda lihat pada gambar 3 berikut ini.
Pada gambar 3, saya membuat trafo output  C Core dengan multilayer winding sebanyak 3 layer. Trafo ini adalah output untuk power amplifier single ended 300B.


contoh
Gambar 3
Trafo Output PSE 300B dengan 3 layer winding


Setelah trafo selesai digulung ulang dengan teknik gulung multilayer, trafo dipasang kembali pada sasis power amplifier 300B.
Setelah diuji dengar terbukti suara yang dihasilkan oleh amplifier meningkat drastis. Perubahan paling drastis  yang saya dengar terjadi di daerah mid dan high.
Nada nada mid dan high terdengar jauh lebih transparan dan memiliki staging yang lebih akurat, jauh lebih baik daripada sebelumnya.



Untuk rugi Multilayer Winding
Secara ekonomis trafo output yang dibuat dengan teknik multilayer winding bukanlah trafo yang bisa dibilang efisien, karena dengan teknik multilayer ada banyak biaya lebih yang harus dikeluarkan , yaitu dalam hal
1.  Konsumsi kawat menjadi lebih banyak karena ada banyak pengulangan gulungan primer dan sekunder dalam trafo
2. Waktu kerja yang lebih panjang
3. Daya maksimal trafo menjadi lebih kecil karena ruang untuk kawat dalam kern akan terpakai lebih banyak.
4. Dibutuhkan tingkat ketrampilan menggulung trafo yang baik.
5. Trafo output yang dibuat dengan teknik multilayer winding memiliki dimensi total 20-30% lebih besar dibanding dengan trafo output dengan gulungan konvensional pada
    daya output yang sama besar

Dalam hal kualitas suara, multilayer winding menghasilkan kualitas suara yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknik gulung konvensional.
Trafo yang anda lihat pada gambar 3 di atas, pada awalnya dibuat dengan teknik gulung konvensional, kemudian  kawan saya pemilik trafo tersebut meminta saya untuk menggulung ulang trafo itu  dengan teknik multilayer winding.
Setelah selesai dan di uji dengar terbukti bahwa teknik ini menghasilkan kualitas suara yang jauh  lebih transparan dibandingkan suara dari trafo output yang digulung dengan teknik gulung konvensional.


Pada trafo yang digulung dengan teknik gulung konvensional, diameter gulungan primer dan sekunder tentunya tidaklah sama, karena gulungan sekunder berada pada lapisan yang lebih luar maka diameter dalam dari gulungan sekunder menjadi lebih besar dibandingkan dengan diameter dalam dari gulungan primer, akibatnya garis garis magnet yang dibangkitakn oleh gulungan primer tidak sepenuhnya berada dalam posisi yang merata kalau dilihat oleh gulungan sekunder. Hal ini berakibat coupling magnetik antara gulungan primer dan sekunder tidaklah maksimal.
Lain halnya dengan teknik gulung multilayer, karena gulungan primer dan sekunder dibuat berulang ulang dengan posisi berbeda, maka diameter efektif dari gulungan primer dan sekunder adalah sama, dan ahirnya menghasilkan coupling magnetik yang jauh  lebih baik.


Balik ke laman utama

Balik ke Technical Paper