www.SAP.or.id


Power 90
Output Transformerless Linear Power Generator


 (tidak diproduksi lagi)

90 Face

 




Latar Belakang
    Sebuah rangkaian amplfier yang sederhana dimana hanya sedikit komponen yang dilewati oleh sinyal musik dalam perjalanan sinyal musik dari terminal input menuju terminal output,  akan tetapi didukung oleh power supply yang berkualitas baik, pasti akan berbunyi lebih baik daripada sebuah rangkaian amplfier yang kompleks dimana sinyal musik melewati banyak komponen, akan tetapi didukung oleh power supply yang asal-asalan.

Power Supply adalah adalah awal dari segalanya, peralatan audio bisa bekerja   karena ada supply listrik dari power supply, demikian pula dengan kualitas suara dari suatu rangkaian amplfier, bagus atau tidaknya kualitas suara dari sebuah amplifier terutama ditentukan oleh kualitas power supply yang digunakannya.

Kalau diekspresikan dengan persentasi angka, maka kontribusi power supply dalam menentukan kualitas dari sebuah amplifier bisa saja melebihi  angka 70%, dari seluruh faktor faktor yang menentukan kualitas amplifier seperti misalnya  konfigurasi rangkaian, negatif feedback, kualitas komponen, dll.  Sehingga kalau anda melakukan cara yang tepat untuk memperbaiki kualitas listrik yang disupply ke peralatan anda maka, kontribusinya bisa sangat besar dibandingkan kalau anda melakukan perbaikan system anda dengan cara yang cenderung bersifat  spekulatif  seperti ; mengganti power cord, power distributor, cable interconnect, cable speaker, memakai platform, dll

Pemikiran di atas adalah hal hal yang memotivasi saya untuk mengembangkan produk Power Generator seperti Power 15 untuk aplikasi turntable dan juga Power 90 untuk peralatan front end.   
Power 90 menghasilkan tegangan listrik 220V yang berbentuk sinus murni yang sangat bersih dan juga memiliki impedansi keluaran rendah, Power 90 dapat membantu peralatan audio anda untuk mendapatkan listrik berkualitas baik, sebagai suatu cara untuk meningkatkan kinerja dari peralatan audio yang anda miliki dari sisi power supply.

Aplikasi
      Power 90 dapat mengeluarkan daya listrik secara kontinu sebesar 90 watt, dengan tegangan masukan dari PLN yang bervariasi diantara 200V sampai 230V. Target aplikasi dari Power 90 adalah untuk pemakaian pada front end, seperti CD Player, DVD Player, DAC, Surround Processor, Preamplifier, X-Over Active,  atau aplikasi lain  selama total daya yang dibutuhkan tidak melebihi 90 watt.

    Bagi anda yang berkecimpung di bidang studio rekaman, barangkali Power 90  juga  bisa digunakan untuk peralatan seperti Mixer, Microphone preamp,  Hard Disc recorder, Digital Audio Workstation dll.

Begitu juga bagi anda yang berkecimpung di bidang Fotografi, barangkali Power 90 bisa membantu scanner anda untuk agar bisa menampilkan gambar yang lebih akurat,  dengan memberikan supply listrik bersih pada lampu scanner anda.



P0WER 90  Vs Power Cord & Power Distributor
Dari pengamatan saya selama bekerja di Ultimate Audio,  mengganti Power Cord dan Power Distributor adalah cara yang paling sering dipilih oleh Audiophille untuk memperbaiki kualitas suara dari systemnya, karena  cara seperti ini memang paling mudah dan juga kalau pada ahirnya  cara ini gagal, Power Cord atau Power Distributor yang tidak terpakai dapat digunakan  untuk keperluan lain atau dapat juga dijual lagi melalui pedagang barang second.
Akan tetapi kalaupun berhasil, perbaikan yang bisa  didapat dari memperbaiki system dengan mengganti Power Cord dan Power Distributor adalah sangat minimal, apalagi kalau diukur dari harga  Power Cord dan Power Distributor yang harus dibeli.
Power Cord dan Power Distributor adalah peralatan listrik pasif yang tidak dapat berbuat banyak dalam  membantu meningkatkan kualitas listrik yang disupply ke peralatan audio.
Yang bisa dilakukan oleh Power Cord dan Power Distributor adalah melakukan penyaringan noise pada listrik PLN yang akan disupply ke peralatan Audio. Proses penyaringan ini umumnya dilakukan dengan memakai komponen listrik pasif seperti resistor, inductor dan kapasitor yang berfungsi sebagai filter pasif.
Dalam proses penyaringan listrik secara pasif tsb, agar bisa didapat hasil yang maksimal  maka impedansi dari rangkaian filter yang ada pada power cord/distributor haruslah benar benar matching  dengan impedansi beban yang akan disambungkan  pada rangkaian filter tersebut.
Crosover dan Speaker adalah dua hal yang dapat digunakan untuk memahami hubungan antara filter pada power
cord/ distributor dengan  beban yang akan dihubungkan dengannya. Sebuah crossover pada system speaker  yang sudah dirancang untuk speaker tertentu dengan impedansi tertentu, tentunya tidak akan bisa bekerja dengan baik  kalau dihubungkan dengan speaker type lain yang impedansinya berbeda.  

Cobalah anda bayangkan  jika seandainya anda memiliki speaker merek Dynaudio yang juga menggunakan driver Dynaudio, kemudian anda ganti drivernya dengan driver merek JM Lab, apakah yang akan terjadi ? Pasti suaranya menjadi tidak karuan, karena Crossover dari Dynaudio tsb sudah dirancang untuk  driver Dynaudio juga, sehingga tidak akan matching kalau driver dari speaker tersebut diganti dengan merek lain yang impedansinya berbeda. Hal serupa juga akan terjadi kalau anda memiliki Speaker JM Lab yang menggunakan driver JM Lab, anda ganti drivernya dengan driver dari Dynaudio.

Begitu pula dengan filter yang ada pada Power Cord/Distributor, sesungguhnya filter ini hanya bisa bekerja maksimal pada nilai beban tertentu, yang menjadi masalah adalah bagaimanakah kita melakukan  proses matching antara filter tersebut dengan beban yang akan dihubungkan padannya, hal ini dikarenakan daya yang dibutuhkan oleh setiap peralatan audio baik CD Player, DAC, Preamplifier, Processor maupun Power Amplifier adalah berbeda beda untuk setiap merek dan tipe yang berbeda, sehingga sangatlah sulit untuk mencocokan daya yang diperlukan oleh peralatan audio dengan impedansi kerja dari filter pada Power Cord/Distributor.
Selain itu Power Cord/Distributor memberikan impedansi tambahan  dari listrik PLN, jika dilihat dari  peralatan audio, efek dari penambahan impedansi ini adalah berkurangya  detail dan karakter dinamik dari peralatan, banyak pula yang  rekan audiophille yang memakai istilah seperti ; suara menjadi lambat, loyo, kurang detail, tidak ada separasi, tidak dinamik, dan sebutan sebutan lainnya untuk mendeskripsikan keadaan tsb.

Power 90 bekerja dengan cara berbeda dengan filter karena  pada Power 90 terjadi proses power regeneration yang menghasilkan gelombang listrik baru yang berbentuk gelombang sinus murni, dan juga  karena Power 90 tidak menggunakan step up transformer maka impedansi keluaran dari Power 90 menjadi sangat rendah.  Semakin rendah impedansi keluaran berarti juga suara menjadi lebih detail, separasi menjadi makin baik, karakter dinamik semakin gesit, dll.
Power 90 dapat dihubungkan dengan CD Player, DAC, Preamp atau Processor tanpa harus memperhitungkan matching tidaknya impedansi, selama total daya dari peralatan tersebut tidak melebihi 90 watt.

Spesifikasi
Daya Output             :  90 watt Continuous, Resistance Load
Frekuensi Keluaran    : 50Hz, 60 Hz, atau frekuensi lain sesuai   permintaan
Dimensi                     : 36 x 20 x 17 cm    ( panjang x lebar x tinggi)
Berat                        : 8.8 kg
Total Outlet             : 2 buah, US or Euro
Accesories                : Power Cord

Artikel Referensi

Power Quality for High end Audio



Listening Test

1.  Power 90, Marantz DV-12S2, ADCOM GFP-715, Lumen White, Meridian G57, Etc

2.  Power 90, dCS P8i, FM Acoustic 255, Kharma, Etc

3. Power 90, Wadia 861SE, BAT, Verity Audio, Etc

4. Power 90, Wadia 302, Primaluna Etc

5. Power 90, Orpheuslab, Primaluna Prolog 1, Etc

6. Power 90, YBA Lecteur CD, Primaluna Prolog 1, Etc

7.  Power 90, Meridian G08, Meridian G02,  Etc

8.  Power 90, Meridian G91, G57,  Etc

9. Power 90, Meridian G68, Pioneer DVS-969,  Etc

10. Power 90, Lindemann 820, etc



Kembali ke Halaman utama